Benarkah Anak Dengan Perbedaan Pengamatan Akan Mempengaruhi Tingkah Laku Dan Cara Berpikirnya?
Seorang anak akan cenderung cepat menangkap maupun mempraktikkan hal baru yang berada pada sekitarnya, maka kita sebagai orang tua atau orang yang lebih mengerti alangkah baiknya memberi contoh yang baik, dan kita dapat memulainya dengan hal hal yang kecil.
Lalu,
apakah 2 anak dapat menjadi pribadi yang berbeda ketika dihadapkan oleh pandangan
atau lingkungan yang berbeda?
Jawabannya
adalah iya, 2 orang anak akan mempunyai perangai yang berbeda ketika mereka
dihadapkan oleh keadaan yang berbeda, sebagai contoh anak A dihadapkan dengan
keadaan dengan perbuatan agresif dan anak B dihadapkan dengan keadaan dengan
perilaku sekitar yang cenderung halus dan kalem, maka karakteristik dari kedua
anak akan sangat terlihat berbeda, alias anak A akan terbentuk dengan karakteristik
yang agresif dan lebih semangat dalam menghadapi situasi, sedangkan anak B akan
terbentuk dengan karakteristik yang cenderung santai dan kalem.
Lantas,
mulai usia berapa anak dapat mengamati lingkungan sekitar dengan baik?
Perkembangan anak terbagi menjadi 4, yaitu tahap sensorimotorik yang berlaku pada usia 0-2 tahun, pada tahap ini tindakan bayi yang mengguakan indra-indra dan keterampilan-keterampilan motoriknya untuk menjelajahi dan belajar tentang dunia Artinya anak hanya mampu melakukan pengenalan lingkungan dengan melalui alat indranya dan pergerakannya. Keadaan ini merupakan dasar bagi perkembangan kognitif selanjutnya, aktivitas sensori motor terbentuk melalui proses penyesuaian struktur fisik sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan. Selanjutnya terdapat tahap praoperasional yang berlaku pada usia 2-7 tahun, tahap ini anak-anak belum bisa melakukan berpikir secara logis, aktivitas berfikirnya belum mempunyai sistem yang terorganisasikan. Anak sudah dapat memahami realitas di lingkungan dengan menggunakan tanda-tanda dan simbol. Cara berpikir anak pada tingkat ini bersifat tidak sistematis, tidak konsisten, dan tidak logis. Selanjutnya juga ada tahap operasional konkirt yang terjadi pada usia 7-11 tahun, dimana pada tahap ini anak-anak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan benar dan mereka dapat memberikan alasan logis untuk jawaban-jawaban mereka, tetapi hanya untu objek fisik yang ada. Anak-anak pada tahap ini ini masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logis tanpa adanya objek fisik dihadapan mereka. Terakhir terdapat tahap operasional formal yang terjadi pada usia 11 tahun keatas, Remaja menyusun rencana untuk menyelesaikan masalah dan menguji kemungkinan solusi-solusinya dengan cara sistematis dan terorganisasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa anak dapat mengamati lingkungan terjadi pada tahap praoprasional, akan tetapi pada tahap tersebut anak belum bisa berfikir secara logis, anak akan mulai berfikir secara logis pada tahap operasional konkrit yang mana pada umunya anak sudah menginjak pendidikan pada jenjang SD atau sekolah dasar.


Uwaww 🤩
BalasHapus