Menciptakan Metode yang Efektif dan Menyenangkan dalam Pembelajaran


 

        Dalam sebuah pendidikan atau instansi sering kali mendapatkan tantangan atau keluhan terutama dalam segi metode pembelajaran yang monoton yang mengakibatkan peserta didik merasa bosan dan tidak jarang para peserta menjadi malas bahkan tidak mau untuk pergi ke sekolah, karena itu kita sebagai pendidik harus menciptakan metode baru atau yang bervariasi yang bertujuan agar peserta didik tidak cepat merasa bosan. Berikut metode metode yang dapat diterapkan oleh pendidik dalam proses pembelajarannya:

  • 1)   Metode studi kasus, dalam metode ini para peserta didik tidak hanya belajar kasus melalui buku modul atau sejenisnya, akan tetapi mereka akan belajar menghadapi kasus baru secara langsung dan dari situ lah mereka akan belajar hal baru.
  • 2)   Metode demonstrasi, dalam metode ini pendidik meemberi contoh langkah langkah yang harus diambil dalam menyikapi sesuatu dan para peserta didik akan mengulangi hal tersebut
  • 3)   Metode discovery, dalam metode ini para peserta didik akan mengetahui hal baru dengan petunjuk dari pendidik, artinya para pendidik hanya mendampingi dan membiarkan peserta didik mengeksplor dunia baru mereka
  • 4)   Metode praktik, sebenarnya metode ini sudah banyak dilakukan di beberapa instansi pendidikan akan tetapi mereka melakukan praktik yang sudah umum dilakukan, maka alangkah lebih baik jikalau pendidik mempunyai inisiatif mempunyai bahan untuk praktikum dalam hal baru dan melibatkan peserta didik dalam praktikum tersebut.
  • 5)   Metode tidak mengulangi materi, sering kali dijumpai pendidik mengulangi materi yang pernah disampaikan tempo hari lalu, hal itu akan mejadikan peserta didik merasa bosan dengan mata pelajaran tersebut.
  • 6)   Metode game, sejauh ini metode game ini lah yang lumayan ampuh untuk menghindari kebosanan peserta didik, dalam pembelajaran metode game ini peserta didik juga dapat menambah wawasan mereka dari teman temannya yang dapat menjawab pertanyaan dari game tersebut
  • 7)    Metode debat, metode ini masih jarang dipakai oleh instansi karena pendidik masih menganggap bahwa peserta didik akan mendapatkan pengetahuan dari penjelasan mereka, faktanya peserta didik akan mendapatkan pengetahuan dengan berbagai cara salah satunya dengan cara debat antara peserta didik satu dengan yang lainnya.

        Dengan metode metode tersebut, akan membuka wawasan dan cara berpikir peserta didik lebih luas dan diharapkan para pendidik tidak menganggap pengetahuan peserta didik hanya bisa di dapatkan dari buku modul atau penjelasan para pendidik. 

        Akan tetapi tidak sedikit juga keluh kesah juga datang dari para pendidik, mereka mengeluh kesahkan akan pribadi peserta didik yang dapat dikatakan pasif dalam pembelajaran, pasif disini diartikan sebagai peserta didik yang apabila dia tidak memahami materi dia tidak mau bertanya kepada guru atau temannya yang lebih faham dan anak yang meutup diri sehingga dia tidak tau apa yang harus di eksplor lebih dalam didalam dunia pendidikan maupun non pendidikan seperti olah raga atau non pendidikan lainnya. Berikut hal yang dapat dilakukan oleh para pendidik untuk menyikapi peserta didik yang tergolong pasif dan menutup diri, yaitu:    

1)   Pendidik dapat memahami karakteristik peserta didik, dengan cara seperti itu pendidik akan lebih tau lebih dalam tentang karakteristik pesrta didik ini

2)  Memberikan perhatian khusus, setelah memahami karakteristik peserta didik tersebut, maka pendidik akan berusaha memberikan perhatian khusus kepada peserta didik pasif tersebut

3)    Mengubah peserta didik pasif menjadi aktif, setelah memberikan perhatian khusus tersebut maka peserta didik akan merasa nyaman dengan adanya pendidik yang perhatian dengannya, dan disitu lah celah untuk pendidik mngajak dan mulai merubah peserta didik ini menjadi lebih aktif dalam maupun luar kelas

4)  Memperhatikan tingkat kemampuan peserta didik, tiap pendidik harus dapat memahami dan mengerti setiap individu dari peserta didik ini apalagi jika berpangkat sebagai “wali kelas” yang disitu mempunyai tuntutan khusus agar dapat memahami tiap individu peserta didiknya, dengan memperhatikan kemampuan ini, maka peserta didik yang lamban dalam berproses akan mendapat perhatian lebih dan akan dapat berkembang dengan baik apabila mendapat perhatian lebih

5)   Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, hal ini sangat penting dalam proses belajar dan mengajar karena lingkungan yang baik pun akan mendukung proses berkembang nya peserta didik, berbeda dengan lingkungan yang kurang baik dan kurang kondusif peserta juga akan lebih sulit berpikir dan dampaknya juga akan membuat proses berkembangnya sedikit terlambat.

     Dengan beberapa cara tersebut diharapkan para pendidik di Indonesia ini akan semakin paham tentang apa yang menjadi penyebab seorang peserta didik bersikap menutup diri ataupun pasif dalam proses belajar dan mengajar



 

Komentar

Posting Komentar